Istri Buruk Watak (Obrolan Menantu dan Mertua)


Zaji nama sang suami. Setelah sekian tahun menikah dengan Zijah, ia merasa bahwa akhlak istrinya buruk, sangat.  Ia merasa sudah tidak tahan lagi. Usaha yang ia lakukan untuk memperbaiki istrinya selalu berujung pertengkaran berat. Akhirnya ia memutuskan untuk bertemu mertuanya, karena, ia pikir, merekalah yang sangat memahami watak dan karakter istrinya.

Sambil ragu-ragu Zaji membuka pembicaraan.

“Pak, mohon maaf, setelah dua tahun, rasanya pernikahan kami tidak membuat kami tentram. Kami selalu bertengkar. Rasanya hampir hilang kesabaran saya”

“Wajar” komentar singkat sang mertua, sambil manggut-manggut.

Untuk Zaji, komentar singkat itu ibarat minyak yang dipercikan atas api.

“Begini pak, sebagai suami, saya berusaha memperbaiki watak istri saya, namun sepertinya sia-sia saja”

“Tidak akan bisa memang” sela sang mertua, lagi-lagi singkat.

Zaji tambah bersemangat untuk mengadukan keluh kesahnya pada sang mertua.

“Kadang saya merasa sangat kecewa dengan akhlak buruk istri saya, Zijah. Saya sering berpikir kenapa harus berjodoh dengan saya”

“Justru kamulah jodohnya yang tepat” timpal sang mertua, seperti sekenanya.

“Kok bisa, bukankah Allah akan memjodohkan dua pasangan yang ‘kufu’?” Tanya Zaji, heran. “Tadi bapak sendiri yang bilang bahwa saya tidak akan bisa bersabar menghadapi Zijah. Bahkan wataknya Zijah tidak akan bisa diperbaiki”

“Kamu salah faham sepertinya. Kamu ingin tahu?” Tanya sang mertua.

“Boleh pak” sambil memasang sikap serius untuk mendengarkan penjelasan mertuanya.

“Pertama, sebetulnya kamu tidak akan kehilangan kesabaran, karena kamu tidak punya kesabaran.

Kedua, kamu tidak akan bisa memperbaiki watak istrimu. Kamu ingin istrimu baik, tapi kamu mempertahankan akhlak burukmu.

Ketiga, seperti yang kamu bilang bahwa Allah memasangkan yang baik dengan yang baik dan yang buruk hanya layak bagi yang buruk. Disaat keburukannya membuatmu kecewa, begitupun ia pasti muak atas keburukan-keburukanmu. Diantara orang-orang yang melamar Zijah dulu, hanya kamulah yang cocok dengannya. Yang lainnya terlalu baik untuk Zijah”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s