Da’i Yang Hampir Sempurna


“Pak, bagaimana ceramah saya tadi?” tanya Kiai Qolbi.

“Hampir sempurna” jawab ketua DKM.

***

12 bidang keilmuan (istilah orang pesantren 12 fan ilmu) sudah benar-benar ia kuasai. Padahal untuk jaman sekarang, menguasai 12 fan ilmu adalah hampir mustahil. Banyak para kiai sepuh yang mengenalnya berharap ia bisa menjadi menantu mereka. Dengan seringnya tampil di telivisi, ia menjelma bukan lagi sebagai seorang kiai muda namun seorang selebritis muda. Ia sudah dikenal oleh hampir seluruh masyarakat Indonesia. Kita sebut saja ia “Kiai Seleb”.

Sebentar. Ngomong-ngomong istilah Kiai Seleb, jangan-jangan anda sudah berpikir negatif terhadapnya. Semoga tidak. Namun kalau pun berpikir demikian, itu bisa dimaklumi karena banyak kiai seleb yang demikian; ada kiai seleb yang tidak hafal al-fatihah, ada kiai seleb yang menginjak kepala penontonnya (baca: pendengarnya), ada kiai seleb yang menipu klayen, dan berbagai macam lagi. Namun banyak tidak berarti semua. Perlu ditegaskan, ia bukan Kiai Seleb yang seperti itu.

K.H. Qolbi Lc. MA. Begitulah namanya tertulis dalam sebuah baligo besar yang mengiklankan kegiatan ceramahnya di sebuah masjid di Bandung. Dia-lah sang kiai muda yang tersohor. Ilmu agamanya tidak diragukan lagi; ia menguasai hadits dan ilmu haditnya, tafsir dan ilmu tafsirnya, fiqh dan ushul fiqhnya, dan ilmu bahasa arab dari nahwu, shorof, balaghoh, mantiq, arudh dan tetek bengeknya. Dan kemampuan public speakingnya tidak berlebihan jika disamakan dengan proklamator Indonesia, Soekarno. Ia bukan saja bagus dalam bicara, baik secara kefasihan maupun logikanya, namun penyusunan kata-kata yang ia ucapkan adalah refleksi dari kemampuannya dalam ilmu sastra yang sudah mendarah daging. Dia-lah sang da’i muda Indonesia.

Kegiatan berdakwahnya bukan karena duniawi. Bukan karena uang, bukan karena partai, bukan popularitas, bukan karena sesuatu yang bersifat duniawi lainnya. Sebagaimana twit dan status nya yang berusaha saya jadikan prinsip, “Dipinta ataupun tidak, siang ataupun malam, di masjid ataupun di pasar, dakwah harus berlangsung. Dakwah hanryalah karena Allah”. Setidaknya itu yang aku lihat dari sosoknya.

Saking ngefans-nya aku coba menghadiri salah satu kegiatan ceramahnya di Masjid Al-Ikhlas, Sukabumi-Jawa Barat. Aku sengaja mengambil posisi sedekat mungkin, agar setelah dia selesai ceramah aku bisa langsung mendekatinya. Ya, mudah-mudahan bisa salaman sama kiai Qolbi, syukur-syukur dia mau diajak selfie. Lumayan untuk update status.

Seperti yang aku gambarkan di atas. Kemasan dan isi ceramahnya sangat luar biasa. Para pendengar menangis saat ia menceritakan kisah sedih. Para hadirin dibuat tertawa saat ia melontarkan lelucon. Para mustami’ semua tegang, khusu’ dan diam saat mimik muka Kiai Qolbi menunjukan keseriusan. Aku yakin, bukan hanya aku saja yang dibuatnya kagum. Pokoknya, Sempurna.

Setelah selesai, Kiai Qolbi kembali ke tempat duduk semula. Kalau aku tidak salah lihat, ia duduk di sebelah ketua DKM mesjid Al-Ikhlas. Setelah minum, kemudian ia membuat percakapan dengan ketua DKM tersebut. Saking ngefansnya, aku coba mencuri dengar apa yang mereka bicarakan.

***

“Maksudnya pak?” Kiai Qolbi sepertinya tidak puas dengan jawaban ketua DKM.

“Isi ceramah dan retorika bicaranya sempurna” ketua DKM berhenti sebentar, menelan ludah, kemudia ia melanjutkan kata-katanya, “hanya saja ada satu kurangnya dan ini bisa merusak semuanya”

“Apa itu pak?”

“Kekurangannya adalah pertanyaan anda tadi”

Kiai Qolbi terdiam. Dia berusaha keras memahami maksud sang ketua DKM. Dia tidak mengerti kenapa dengan pertanyaannya.

“Kiai mungkin lebih faham dengan hadits itu”

Melihat kiai Qolbi terdiam, ketua DKM melanjutkan kata-katanya sambil menunjuk sebuah kaligrafi arab yang menari di atas dinding masjid.

Sambil melihat terhadap tulisan arab yang ditunjuk ketua DKM, kiai Qolbi menerjemahkan tulisan arab tersebut dalam hatinya, “Banggamu itu akan menghapus amalmu 70 tahun ” (H.R. Dailami)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s