Kami Tua Demi Muda Kalian


aa

Untuk Kikan, Rahmi dan Baby yang sedang berjuang di alam rahim sana..

Kalian pasti belum sadar saat kita berfoto bersama. Dimana ini Ayah? Kapan ini Abi? Kalau peduli, maka dua pertanyaan dasar itu yang pertama kali kalian ajukan kepada bapak atau ibu kalian; Dua pertanyaan tentang tempat dan waktu.

Untuk tempatnya, tentu kalian bisa mengunjunginya kembali. Namun tidak dengan waktu. Waktu selalu istiqomah dalam tugas perjalanannya; ia selalu bergerak lurus ke depan, tanpa istirahat, tanpa mempercepat, tanpa memperlambat apalagi kembali mundur.

Kalian tentu tidak akan bisa mengunjungi masa dimana kita berfoto bersama. Namun dengan foto ini, kalian harus tahu bahwa kami pernah muda. Kami habiskan masa muda kami dalam perjuangan; demi masa muda kalian. Seperti juga kakek-nenek kalian, mereka menjadi tua demi berjuang untuk kami menjadi muda.

Itu bukan hal yang istimewa. Tapi sebuah malapetaka saat seseorang menjadi tua dengan membiarkan dirinya tidak memberikan manfaat, apalagi menjadi tua dengan memberikan madarat kepada yang lain.

cc

Anak-anak ku…

Kalian tidak akan pernah bisa membujuk waktu untuk mundur. Kalian mustahil menghentikan waktu. Justru kalau tidak hati-hati, waktu yang akan membunuh kalian.

Kalian tidak perlu kembali ke masa lalu. Kalian hanya perlu menjadikan masa lalu sebagai cermin untuk masa depan kalian. Ingat! Tujuan pengendara mobil melihat keadaan belakang dari spion adalah untuk memastikan perjalanannya (di depan) selamat. Justru terbuai dengan masa lalu sama dengan hanya melihat belakang dari spion saat berkendaraan. Akibatnya 99% celaka. “Wal Tandzur Nafsum Maa Qoddamat Ligod”

Walaupun waktu tidak pernah lari dari kalian, walaupun ia tidak pernah mempercepatkan jalannya, tetap saja ia bisa meninggalkan kalian jauh di belakang, bahkan ia bisa mempercundangi kalian, kalau kalian tidak bisa menundukannya. Menunundukan waktu hanya bisa kalian lakukan dengan tidak membiarkan waktu yang kalian lewati dalam kesia-siaan.

Pepatah arab mengatakan “Waktu itu bagaikan pedang. Jika kamu tidak mematahkannya, ia yang memenggalmu”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s