Harga Berdialek dan Berbahasa Sabah, Malaysia


Saat menginjakan kaki di negeri Sabah saya lumayan kebingungan dalam melakukan interaksi. Walaupun tidak banyak perbedaan dalam kosa katanya dengan bahasa Indonesia.

Namun, dalam mengajar, perbedaan tersebut cukup signifikan; mengganggu keberlangsungan penyampaian materi. Pilihan saya waktu itu ada dua; tetap berbahasa Indonesia agar murid-murid, yang notabene anak-anak Indonesia, mengerti, terbiasa dan bisa berbahasa Indonesia, atau saya yang mempelajari bahasa tempat saya tinggal sebagai pelantara penyampaian materi.

Pilihan saya ada di nomor dua. Pilihan tersebut ternyata membawa banyak hikmah; interaksi dan sosialisasi dengan masyarakat terasa lebih mudah dan ternyata (berdialek dan berbahasa tempatan) bernilai ekonomis.

Dengan warna kulit yang sama ditambah dengan berdialek dan berbahasa tempatan, maka orang-orang akan mengira bahwa kita orang tempatan (Sabahan).

Terus dimana nilai ekonomisnya?

Perlu diketahui banyak tempat wisata di Sabah sangat meperdulikan keberdaan warga sekitar (orang Sabah). Salah satu kepeduliannya adalah dengan memberikan harga masuk berbeda dengan pengunjung dari negara lain. Seperti contoh di Desa Catle Kundasang dan Musium Pahlawan Kundasang, harga untuk para pengunjung asing adalah 10 ringgit, sedangkan untuk orang tempatan adalah 1 ringgit. Bedanya adalah 9 ringgit.   Sekarang mari menghitung keuntungan ekonomi yang diperoleh. Seandainya saya berkunjung ke 100 tempat wisata, maka saya dapat keuntungan 9 x 100, hasilnya 900 ringgit.

Biar lebih terasa keuntungannya, kita konversi ke rupiah. Bulan ini rupiah adalah 3.800 untuk 1 ringgit. Berarti hitungannya adalah 900 x 3.800 = 3.420.000.   Belum selesai hitungannya. Tahun 2014, 1 ringgit seharga 3.800. Pada tahun 2011, 3 tahun yang lalu, pertama kali datang di Sabah, 1 ringgit bernilai 2.900. Dalam masa 3 tahun kemerosotan nilai rupiah adalah 3.800 – 2.900= 900 rupiah.

Kalau melihat jejak langkah rupiah terhadap ringgit dari masa jayanya rupiah atas ringgit, maka kemungkinan besar 3 tahun kedepan 1 ringgit bernilai 4.700. Maka keuntungan berdialek dan berbahasa Sabah adalah 900×4.700=4.230.000.

Ini belum hitungan tidak kena tipu supir taxi yang harusnya bayar 10 ringgit, karena dia tahu bahasa kita berbeda (tidak berdialek dan berbahasa Sabah), maka dia minta ongkos 15 ringgit.

Kalau tiap hari naik taxinya? Hehe

#sambil terus berharap bahwa rupiah akan bisa sebanding dengan dollar.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s