Terimakasih dan Maaf untuk Lima Tahunmu


Istriku…

Aku bersyukur kepada Allah atas seluruh anugerahNya dalam hidupku, salah satunya adalah anugerah keluarga. Aku bersyukur atas bimbinganNya aku bisa mengarungi samudera rumah tangga bersamamu, sampai detik ini. Hampir 5 tahun. Dengan hitungan kalender masehi, tepat tanggal 25 desember aku telah hidup bersamamu selama 5 tahun.

5 tahun. Waktu yang terlalu singkat untuk aku bisa berbangga bersamamu.

Sebagaimana doa-doamu yang terus kamu panjatkan. Tentang mendidik anak-anak kita sampai sukses, melihat dan menggendong cucu-cicit kita, melihat kampung halaman yang tentram, nyaman dan makmur, juga doa-doamu yang lain. Doa-doamu berarti besar untukku; pertama kamu berdoa agar aku panjang umur, kedua kamu berdoa agar kita selalu bersama sampai kapanpun, bahkan sampai hujung waktu yang tidak ada masa setelahnya.

Terimakasih atas doa-doamu. Semoga Allah selalu memberkahi kehidupanmu dan mengabulkan semua cita dan harapmu.

5 tahun. Waktu yang sangat lama yang telah aku sia-siakan.

Begitu lama, aku menyia-nyiakan untuk bisa memahamimu. Sering kali aku menjadi suami yang angkuh, egois dan tidak perduli atas kesibukan dan keinginanmu. Akupun menyia-nyiakan untuk terus membahagiakanmu. Aku tidak pernah tahu seberapa sering kamu uring-uringan, ngedumel, cemberut bahkan menahan emosi di hati karena ucapan, tingkah, cara dan tindakanku yang melukaimu. Terlalu lama aku menyia-menyiakan untuk terus membimbingmu berlari menghadap Allah. Malahan lariku yang tertatih-tatih dan nafasku yang tersenggal-senggal. Ya, hanya untuk berlari sendiri saja aku hampir tidak sanggup.

Atas semua ini, aku mohon maaf. Jangan bawa kesalahan dan kelalaianku ke depan pengadilan Allah, aku mohon.

Namun begitu, percayalah. Kelalaian dan kesalahan yang aku perbuat bukan sengaja menyakitimu. Itu karena kebodohanku. Duka, kecewa dan sedihmu membuat hari-hari berkabut awan gelap. Suka, ceria dan tawamu aku rindukan dalam setiap detikku, selalu.

Percayalah, aku akan selalu berusaha menjadi pakaianmu, yang menutupi auratmu, melindungai dari panas dan dingin, juga menjadikanmu mulia dan terhormat. Bukan hanya didepan manusia, tapi juga dihadapan Allah Tuhan semesta Alam.

Tapi, aku butuh bantuanmu. Bantulah aku, wahai kekasihku, Lilis Padlilsyah!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s