Cermin dan Kaki


Dalam bahasa arab, cermin artinya MIR’ATUN (mim-ro-hamzah-ta). Dari empat hurup hijaiyyah itu dengan mengganti harokat kasroh mim menjadi fathah, kita akan menemukan satu makna berbeda; perempuan. MAR’ATUN.

Perempuan dan cermin tersusun dari mim-ro-hamzah-ta. Ketika kata itu berdiri sendiri maka pembaca boleh memfathahkan atau mengkasrohkannya.

Antonim perempuan adalah lelaki. Dalam bahasa arab, untuk menyebut lelaki adalah melalui tiga hurup; ro-jim- lam. Dengan susunan tiga hurup hijaiyyah itu, kita bisa memaknai lain; Kaki.

ROJULUN adalah kata untuk menidentifikasi jender lelaki. Ro fathah dan jim dommah. Ketika fathah ro diganti dengan kasroh dan dommah jim diganti dengan sukun, maka maksudnya adalah kaki; RIJLUN.

Dalam kajian linguistik, ada dua kelompok besebrangan yang memahami hakikat terciptanya bahasa. Pertama, kelompok yang memandang bahasa adalah ciptaan Tuhan. Kedua, kelompok yang meyakini bahwa manusialah yang mencipta bahasa. Walaupun ada juga kelompok yg tengah-tengah.

Kalau mengikuti kelompok pertama, maka ketika Tuhan menjadikan mim-ro-ta untuk menunjuk perempuan dan cermin tentu ada maksud yang maha sempurna. Sebagaimana Tuhan menjadikan ro-jim-lam untuk menunjuk lelaki dan kaki.

Pertanyaannya apa maksud dan rencana Tuhan yang sempurna itu?

Tentunya kita tidak bisa mengetahui dengan pasti apa maksud Allah. Namun Allah menegaskan bahwasannya Allah telah menaklukkan bumi dan langit beserta isinya untuk manusia. Hubungannya dengan empat kata tadi tentu terciptanya empat kosa kata tadi adalah untuk kepentingan manusia. Berdasar prinsip ini maka yang perlu ditelaah adalah eksistensi kata mir’atun dan rijlun untuk keberadaan mar’atun dan rojulun. Bukan sebaliknya.

Cermin (mir’atun) adalah alat yang bisa memantulkan gambar diri suatu benda. Karena kemampuan cermin bisa memantulkan gambar diri, maka manusia menggunakannya untuk melihat apa yang dirasa belum bagus dalam dirinya. Bahkan cermin dengan jenis yang lain digunakan dalam kendaraan dan lalu lintas.

Perempuan (mar’atun) menempati posisi yang muliya di sisi Allah. Allah memuliyakan perempuan bukan dengan kekuatan fisik yang dimiliki oleh laki-laki. Kemuliyaan perempuan salah satunya untuk berperan seperti cermin.

Tidak ada manusia -kecuali Adam- yang tidak mempunyai ibu. Ibu adalah seorang perempuan. Sang ibu seharusnya menjadi cermin untuk keluarganya. Ia adalah orang yang penting dalam tumbuh kembang anaknya. Ia menjadi cermin bagi anaknya untuk membaguskan akhlak. Ia  harus terus menjadi cermin  spion bagi ‘sang supir’ keluarganya. Agar ‘sang supir’ bisa mengetahui keberadaan kendaraan rumah tangganya. Agar selalu berada dalam kondisi aman. Agar tidak ada orang atau kendaraan lain yang terlanggar. Agar menjalankan kendaraan keluarganya berada pada track rambu-rambu Allah.

Sedangkan kaki (rijlun) adalah anggota untuk menopang badan. Dengannya seseorang atau hewan bisa berdiri. Selanjutnya denganya bisa berjalan. Singkatnya kaki adalah pondasi. Pondasi yang kokoh membuat gedung tegak berdiri lama.

Pondasi adalah simbol dari tanggung jawab. Tanggung jawab yang kuat dari seorang lelaki (suami atau ayah) akan menopang bangunan rumah tangga berdiri tegak dan kuat. Tugas rijal (jamak rojulun) adalah qowwam bagi nisa (jamak mar’atun). Qowwam adalah kata yang merupakan derivasi dari kata qooma (berdiri). Qowwam tidak hanya pemimpin yang memerintah, tapi juga pemimpin yang bertanggung jawab untuk mampu membuat rakyatnya bangun, berdiri dan maju.

Bagaimana dengan perempuan dan lelaki yang belum menikah?

Kemampuan memantulkan harus ia miliki semenjak ia mendapat gelar mar’atun (akil balig). Namun ingat, cermin yang rusak biasanya tidak mempunyai kemampuan memantulkan yang baik.

Pun, rasa dan sikap tanggung jawab sangat perlu di asah oleh laki-laki. Kalau faktanya seorang laki-laki tidak mempunyai tanggung jawab, maka untuknya kata qowwam dalam ayat “arrijaalu qowwaamuuna alannisaa” tidak berlaku.

 

Allahu ‘Alamu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s