Memberi Sambil Memarahi


Sore tadi, setelah asar saya jalan-jalan bersama Kikandria dan bundanya. Karena HP saya sudah tidak bisa diajak berkompromi, maka salah satu tujuan JJS kali ini adalah ke toko HP. Di dalam toko tersebut ada seorang anak kecil yang sedang menangis. Tentu saja ia menangis karena ia sedang dimarahi ayahnya. Ayahnya meminta dengan suara yang tinggi kepada sang anak untuk memutuskan segera pilihannya.

Saat itu pikiran saya tertuju pada Kikandria, putri kecil saya yang sedang dalam gendongan bundanya. Bukan tentang bendanya yang menajdi perhatian saya, namun betapa konyolnya saya (sebagai seorang ayah) kalau aku berbuat demikian; memberi tapi memarahi. Bukankah tujuan seorang ayah memberi itu untuk membahagiakan sang anak? kemudian kalau tujuan memberi kebahagian kenapa harus memarahi dan membentaknya karena alasan sang anak belum bisa menentukan dengan cepat keinginannya. Ungkapan saya atas sikap seperti itu ‘membahagiakan sambil melukai’.

Saya masih amatir menjadi ayah. Sangat besar kemungkinan saya berbuat hal-hal yang salah dalam membesarkan dan mendidik putri saya, Kikandria. Tulisan ini sebagai pengingat saya. Lantas kemudian anda bisa mengambil manfaat, semoga saja!

Ingat! Bahagia itu adanya disini (sambil telunjuk saya menunjuk dada).

Semoga bisa menjadi peajaran untuk saya!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s