Kikandria Zeest Padlilsyah


akta kikan

Wahai putriku, saat ini kamu baru 40 jam melalui hidup di dunia bersama ayah dan bundamu. Kebahagiaan tentunya menyelimuti kami, tak henti-hentinya ucapan hamdalah mengalir dari lidah kami. Sujud atas rasa syukur tidak kami lewatkan atas keberadaanmu mendampingi dan mengisi hidup kami.

Wahai putriku, saat ini kami cukup bodoh untuk mengetahui apa keinginanmu. Kami tidak cukup pintar untuk mengurus, merawat dan mendidikmu. Kami orang tua amatir.

Namun tidak perlu khawatir, keberadaanmu lebih dari cukup untuk membuat kami belajar segala hal untuk membuatmu bisa menjalankan dua peranmu di dunia ini; Abdullah dan Khalifatullah.

Salah satu hal yang kami lakukan adalah memberikan nama yang baik; Kikandria Zeest Padlilsyah. Kamu boleh memaknai namamu sendiri. Namun andai kamu ingin tahu alasan kami memberikan nama itu untuk kamu, ada baiknya kamu baca tulisan ini;

Padlilsyah

Padlilsyah diambil dari Padlil Syah. Padlilsyah adalah aku; ayahmu. Saprudin Padlil Syah bin Aep Saefullah bin Mukhtar bin Umyasik. Saprudin Padlil Syah bin Eah Subaehah binti Salim Bin Nukri. Padlilsyah suami dari ibumu; Lilis binti Rozali bin Musid. Lilis binti Ratiah binti Ruin bin Umar.

Zeest

Zeest adalah nama yang diperkenalkan oleh Dr. Ikram Abidi dalam ‘Cinta Yang Terlambat’-nya. Zeest adalah seorang perempuan cantik, kaya dan terdidik namun tidak pernah melupakan atas kodrat keperempuanannya. Zeest seorang perempuan yang teguh dalam keyakinan ketuhanan dan keberagamaannya namun sekaligus seorang yang toleran atas keyakinan orang lain. Zeest seorang yang kecintaannya kepada Allah tidak bisa dikalahkan oleh kecintaan atas hal yang bersifat duniawi.

Zeest adalah kehidupan. Kamu membuat kami bersemangat untuk hidup lebih lama lagi. Kamu menghidupkan salah satu pohon rasa kami yang hampir layu dan mengering. Kamu menghidupkan segala asa dan cita yang penah ada dan belum ada pada kami.

Zeest tidak hanya sebatas hidup, namun menghidupkan. Kehidupanmu bukan hanya untuk kamu sendiri. Kehidupanmu bisa bermanfaat untuk menghidupkan semangat, asa, dan harapan orang lain di muka bumi; Khoirunnas Anfa’uhum Linnas. Kehidupanmu adalah untuk mengabdi kepada Dzat yang Maha Hidup dan Menghidupkan.

Zeest adalah hidup. Kamu harus hidup saat kamu hidup, bahkan kamu tetap hidup saat ruhmu meninggalkan jasadmu. Hanya orang-orang yang dimulyakan oleh Allah berada di posisi ini. Ini adalah sebuah bentuk do’a; semoga kamu mendapatkan peran dan posisi yang tinggi dalam hidupmu. Sebagaimana do’a yang selalu kami panjatkan

ربنا هب لنا من أزواجنا و ذريتنا قرة أعين واجعلنا للمتقين إماما

 

Kikandria

Suatu saat mungkin kamu akan di tanya oleh temanmu, gurumu atau siapapun tentang arti dari namamu. Atau mungkin kamu menanyakan alasan ayah dan bundamu memberikan nama itu. Sejujurnya dari semua alasan yang ditulis ini, dan dari ratusan alasan yang masih tersimpan rapih dalam benak kami, ada satu alasan paling mendasar; kami ingin membuatmu bangga dengan nama itu dan kamu menjadi hamba Allah yang mentauhidkan Allah.

Kikandria adalah nama awalmu. Dari kata itu kami memanggilmu Kikan. Kami bisa membeberkan alasan dan filosopi namamu itu. Namun, yang lebih penting bukan sebuah arti, alasan dan filosopi. Ucap, amal dan akhlakmulah yang membuat namamu mempunya arti. Kami sisakan kamu untuk memberikan arti atas namamu  sendiri; dengan mewarnai bumi ini dengan Akhlakmu.

 

Tawau, 31 Mei 2014

Ayah dan Bundamu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s