Berak dan Ikhlas



Buang Air Besar (BAB) merupakan salah satu kebutuhan pokok biologis manusia. Hampir setiap hari manusia melakukan rutinitas tersebut. Ketika orang sembelit maka betapa tersiksanya ia. Bahkan seandainya di biarkan sembelit terus menerus maka akan menimbulkan masalah baru, ia bisa mendapatkan penyakit ambien (wasir). Dan untuk mengobati dan menjaganya seseorang harus mengkonsumsi makanan minuman sehat (berserat) dan pola hidup yang sehat.

Dalam pelaksanaannya seseorang hampir jarang (bahkan tidak pernah) mengingat-ingat proses BAB nya. ia tidak pernah memikirkan apa yang keluar, tidak juga pernah menyesal telah mengeluarkan nya. Bahkan alih-alih menyesal, dalam Islam, selepas seseorang keluar dari kamar kecil disunahkan membaca do’a. Inti dari do’a tersebut adalah puji syukur terhadap Allah yang sudah membebaskan kita dari tasa sakit dan penyakit.

Sudah banyak teori yang menjelaskan hakikat ikhlas. Diantara sekian banyak teori, mungkin analogi Ikhlas dengan BAB bisa menjadi pilihan yang mudah di fahami.

Ketika kita ingin belajar ikhlas, maka sikap kita harus seperti kita melakukan BAB. kita tidak pernah mengingat proses nya, baik sebagai hal yang menyedihkan ataupun yang membanggakan. kita pun tidak tidak pernah menyesali apa yang telah kita lakukan atau yang telah terjadi.

Sama seperti BAB, Ikhlas pun merupakan sebuah kebutuhan pokok manusia; kebutuhan ruhani. Ikhlas harus menjadi konsumsi tiap hari manusia. Kita harus menjaganya. Kalau tidak, maka penyakit hati yang lebih besar bisa datang.

semoga kita!
Sepertiga malam: Tabin Lodge.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s